Carut Marut Tumpang Tindih Kepentingan Birokrasi Dinas Kebudayaan Kabupaten Tulungagung Provinsi Hingga Pemerintah Pusat Jakarta
Redaksi indonesa-news // _ 27/07/2025
Dengan mulai terbukanya UU undang- undang tahun 2009 pasal 2 ayat 1 UUD 45, Penghayat Kepercayaan ( TYME ), Tuhan Yang Maha Esa, serta keterbukaan informasi publik negara kita indonesia terus berbenah, entah dari mulai sisi mana negeri bangsa ini terus berbenahnya
Sedangkan di kehidupan sehari- hari masih saja di temukan diskriminasi banyak sekali temuan- temuan yang nampak di depan mata kita bersama seperti contoh masih minimnya komunikasi , komunikatif, edukatif ,edukasi yang mengena terjun langsung ke warga masyarakat tentang pemahaman arah hidup yang lebih baik maju dan seterusnya, Minimnya wawasan pengetahuan / kekerdilan sempit nalar pola pikir pejabat publik service dinas kebudayaan masih nol besar, ( Zhoonk ), yang nota bene mungkin dengan berdalih alasan klasik Penyempitan Anggaran dll.., melalui Dewan provinsi ( Jatim ) jawa timur Xl kemarin itu di tunjuk oleh pusat mungkin maunya iirit / bagaimana, ya minim biaya tapi mau untung hasil besar, tapi hanya dengan cara kerja mini instan saja melalui jejaring sos.media seperti iG, WA, pamflet , media- media electronik,. itu saja jelas tentu masih saja belum/ sangat tidak cukup, untuk bisa di ketahui oleh warga masyarakat luas tentang adanya bantuan BKM, dll.. tersebut
Dugaan kuat masih terjadi nya penyelewengan dana anggaran ini itu dll.. yang khususnya dari dinas pendidikan dan kebudayaan yang minim kurang tranparansi, contoh kecil seperti hal nya dalam mendapatkan bantuan BKM ( Bantuan Kementerian )
Ternyata tidak mudah , bahkan cenderung rumit dan dipersulit, dengan dalih alasan ini dan itu dll.. nya..
Dari tahun ke tahun, sedangkan seperti di Pendopo Agung tempat pesta budaya harus selalu tampak megah mewah ramai serta meriah, namun apakah itu suatu jaminan bakal terjadi nya awal suatu perbaikan perubahan besar di dinas kebudayaan dengan modal system pemerintah saat ini menuju kesuksesan di masadepan, seperti yang terus di gaung- gaungkan oleh Presiden R.l. Prabowo subianto, no.no.no.. !"' .... .
Bahkan jika yang mendapatkan bantuan BKM tersebut masih saja terjadi tebang pilih kasih, teman terdekat yang dikenal saja, bukan karena standard kelayakan melalui uji materi langsung yang real dan di uji nyata di hadapan kita semuanya, lalu mau sampai kapan hal ini akan bisa terus terjadi perubahan, dan di biarkan serta pembiaran, Nonsen. Cerminan bobroknya birokrasi dari hulu ke hilir dari pusat sampai ke bawah sampai ke daerah- daerah ini sangat tidak mungkin bakal terjadi perubahan di dinas kebudayaan di tahun 2025 ini.
Sungguh sangat ironis disaat kami dari team Sabdo Alam mengurus surat bernetrai rangkap 13, foto copy tebal stempel Cap post, guna untuk BKM tersebut, sampai bolak- balik 4 X kali datang, waktu itu pun kami di utus atas perintah kawan yang dari jakarta, sedangkan sesampai di ruang kantor dinas kebudayaan Tulungagung tersebut jam kerja pada waktu itu nampak asyik ngobrol makan- makan, seakan tidak perduli dengan tugas- tugas yang pada di embannya mereka masing- masing, hanya pada bangga dengan menerima Gaji buta, tugas kerjanya pun pada tidak tau persis poksinya dengan benar, saling lempar tanggung jawab sana sani ,
Pimpinan Pj di dinas kebudayaan kabupaten Tulungagung Drs. Bagus Kuncoro, M S i, sudah 3 bulan jalan lebih belum mendapatkan ganti, pun tersebut saat di konfirmasi pun tidak mau menjawab, tidak bisa mau memberikan jawaban keterangan yang tidak memuaskan, kami sangat kecewa Ujar ki Sabdo Alam, satu 1 nya Pimpinan di lembaga adat budaya Spritual yang ada berkedudukan di kabupaten Tulungagung provinsi Jawa timur tersebut,
Akhir nya Gugur dari seleksi BKM tersebut dengan dalih alasan kurang nya 1 surat Rekomendasi. "!
Nyata .
( Dengan pelayanan Petugas pelayan masyarakat masih minim nilai moral kemanusiaan yang begitu rendah seperti itu tersebut masih pada mau kah terus terjadi lagi sampai kapan, ada niat pembenahan SDM dinas kebudayaan ...)
Bersambung , ...
" Akhir kata Terucap dari Ki Sabda Alam, "
Petuah sepuh jawi kuno kito selalu mengatakan, Andum Selamet Kemawon ( Becik ketitik Olo ketoro ,) Eling lan Waspodo
Mugi sehat jiwo rogo Panjang Yuswo ( Umur ),
Salam waras dan rahayu,
*Ungkapan Serta Terjadi Nyata*
Supoort by : _
Dening Ki Sabdo Alam
Komunitas Adat Budaya Nusantara Jaya Raya Selaminya Rahayu