Selasa, 27 Oktober 2026

Memperingati Hari Santri IPNU - IPPNU Desa Kendalbulur Gelar Jalan Sehat Anti Narkoba 2026


DESA KENDALBULUR – 

Memperingati Hari Santri Nasional 2026 diwujudkan melalui kegiatan Jalan Sehat Anti Narkoba yang diselenggarakan IPNU-IPPNU Desa Kendalbulur Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung Provinsi Jawa Timur, bekerja sama dengan Pemerintah Desa Kendalbulur, Minggu (25/10/2026), pukul 07.00 WIB. Sampai selesai  telah mengadakan Kegiatan jalan sehat Anti narkoba diberangkatkan langsung oleh Kepala Desa Kendalbulur, Anang Mustofa.


Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat, terutama para santriwan dan santriwati dari madrasah serta TPQ di Desa Kendalbulur. Turut hadir Ketua Ranting NU Desa Kendalbulur, Abdul Manan, serta perwakilan BNN Kabupaten Tulungagung yang turut memberikan dukungan terhadap gerakan pencegahan penyalahgunaan narkoba di tingkat desa.

Kepala Desa Kendalbulur, Anang Mustofa, mengapresiasi inisiatif IPNU-IPPNU yang menghadirkan kegiatan positif sekaligus mendukung program pemerintah desa dalam mengampanyekan bahaya narkoba.

“Makna Hari Santri yang bisa kita ambil adalah semangat gotong royong, kebersamaan, dan satu visi untuk membangun desa. Membangun desa bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga membangun karakter dan menjaga generasi penerus. Salah satunya dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” ungkap Anang Mustofa.

Menurutnya, keterlibatan organisasi kepemudaan dan masyarakat dalam kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa pembangunan desa membutuhkan kebersamaan serta kepedulian seluruh elemen masyarakat.

Sementara itu, Ketua Ranting NU Desa Kendalbulur, Abdul Manan, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Kendalbulur atas dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan Jalan Sehat Anti Narkoba. Ia menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan Nahdlatul Ulama siap bersinergi dengan pemerintah desa dalam mewujudkan visi pembangunan desa, khususnya dalam upaya mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba.

Dukungan juga datang dari BNN Kabupaten Tulungagung yang turut menyemangati berbagai kegiatan rutin Pemerintah Desa Kendalbulur dalam upaya pencegahan narkoba. Dukungan tersebut sejalan dengan komitmen Kendalbulur sebagai Desa Bersih Narkoba (Desa Bersinar) yang telah ditetapkan sejak tahun 2022.

Program Desa Bersinar merupakan salah satu upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba melalui edukasi, pencegahan, serta keterlibatan aktif seluruh unsur masyarakat. Melalui kegiatan jalan sehat ini, pesan antinarkoba diharapkan semakin luas menjangkau keluarga, generasi muda, dan lingkungan pendidikan.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat gerakan “Kendalbulur Waspada Narkoba”, dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu menjaga lingkungan desa agar tetap sehat, aman, dan terbebas dari penyalahgunaan narkoba.

Momentum Hari Santri Nasional menjadi pengingat bahwa semangat santri tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan keagamaan, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dari Kendalbulur, satukan langkah, kuatkan gotong royong, dan bersinergi mewujudkan Desa Bersinar demi masa depan generasi yang sehat dan bebas narkoba.

Humas, Kndlbulur

Rabu, 02 September 2026

Bersih Desa Pojok Campurdarat Tulungagung Beri Gelar Kehormatan Tumurun nya Wahyu Mahkota Rama

SABDO news_


Pojok CAMPURDARAT _ 02/09/2026,  Wahyu Mahkuto Romo telah resmi Dianugerahkan kepada Bu Kades Ismiati atas Pengabdian untuk Desa Pojok kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung Jawa Timur Indonesia, Gelar kehormatan "Wahyu Mahkuto Romo" dianugerahkan kepada Kepala Desa Pojok Ismiati, Penganugerahan ini sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya serta pengabdian beliaunya dalam membangun desanya serta menjadi panutan bagi masyarakat desa pojok Campurdarat, Tulungagung.

Prosesi berlangsung khidmat di balai desa pojok Campurdarat dan dihadiri oleh perangkat desa pojok Campurdarat serta tokoh masyarakatnya, tokoh agama, serta ratusan warganya, Gelar "Wahyu Mahkuto Romo" adalah bermakna nya sebagai "Cahaya Mahkota seorang Ibu / Pemimpin", gelar yang diberikan kepada sosok pemimpin yang dianggap telah mampu bisa mengayomi, melindungi, dan menggerakkan warganya.


Dalam sambutannya, Bu Kades pojok Ismiati menyampaikan rasa puja puji syukur yang setinggi-tingginya, kepada Tuhan yang Maha Esa serta haru yang mendalam,
"Terima kasih atas kepercayaan dan penghargaan ini. Gelar ini bukan untuk saya pribadi, tapi untuk kita semua. Mari terus bergotong royong membangun desa pojok agar semakin maju, aman, dan sejahtera," ujarnya.

Ketua BPD desa pojok juga menyampaikan, Bu Ismiati dipilih karena dinilai konsisten dalam program pemberdayaan UMKM, kesehatan, pendidikan, dan pelestarian budaya desa pojok selama masa kepemimpinannya. 

Srikandi nya desa pojok "Beliau tidak hanya memimpin, tapi ia hadir di tengah-tengah warga dari musyawarah desa pojok sampai kerja bakti, beliau selalu ada," ungkapnya.

Acara dilanjutkan dengan doa bersama, pertunjukan seni tradisional, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan simbol telah di mulai di bukanya Gunungan Wayang dan di berikan kepada Dalang Ki Minto Darsono,

Warga masyarakat desa pojok Campurdarat terus berharap gelar bersih Desa kali ini yang bertema berjudul "Wahyu Mahkuto Romo" ini menjadi motivasi bagi Bu Kades Ismiati seta seluruh jajarannya perangkat desa pojok Campurdarat untuk terus mengabdi, serta menjadi teladan bagi generasi muda untuk lebih me cinta tradisi  seni budaya desanya pojok Campurdarat Tulungagung Jawa Timur Indonesia.

Pemdes Pojok Campurdarat -Tag

Selasa, 21 Juli 2026

Rehabilitasi Sarana dan Prasarana Desa Sukowiyono melalui Bantuan Keuangan Kabupaten Tulungagung Tahun Anggaran 2026

Dalam rangka meningkatkan kualitas infrastruktur dan pelayanan kepada masyarakat, Pemerintah Desa sukowiyono, melaksanakan kegiatan rehabilitasi sarana dan prasarana desa sukowiyono yang didanai melalui Bantuan Keuangan Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, Tahun Anggaran 2026.


Kegiatan rehabilitasi ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas, kenyamanan, dan keselamatan masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas umum desa. Pekerjaan meliputi rehabilitasi jalan lingkungan, saluran drainase, talud, serta sarana dan prasarana umum lainnya sesuai dengan kebutuhan dan hasil musyawarah Desa sukowiyono, dengan jumlah nilai nominal anggaran kabupaten Rp.197.000.000,- ( Seratus sembilan puluh tujuh juta rupiah, )


Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara transparan, akuntabel, dan mengedepankan prinsip gotong royong dengan melibatkan masyarakat serta Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa. Seluruh tahapan pekerjaan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku dan diawasi oleh pemerintah desa Sukowiyono bersama pihak terkait.

Kepala Desa Sukowiyono Muh.Syahrulwafa, S.P. menyampaikan bahwa bantuan keuangan dari Pemerintah Kabupaten Tulungagung merupakan bentuk dukungan terhadap percepatan pembangunan desa. Melalui program ini diharapkan kualitas infrastruktur desa semakin baik sehingga mampu meningkatkan aktivitas ekonomi, memperlancar mobilitas warga, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Tulungagung pada tahun 2026 juga terus mendorong pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan desa sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sukowiyono

Dengan terlaksananya rehabilitasi sarana dan prasarana desa melalui Bantuan Keuangan Kabupaten Tulungagung Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Desa berharap fasilitas umum yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dan dipelihara bersama oleh seluruh masyarakat demi terwujudnya desa yang maju, mandiri, sekaligus sejahtera selamanya.

Pemdes Sukowiyono

Rabu, 01 Juli 2026

Pembentukan Panitia Pengisian BPD 2026 -2034 Desa Bendungan Kecamatan Gondang Tulungagung

SabdoNews

01.07.2026

Musdes ( Musyawarah Desa ), Bendungan Kabupaten Tulungagung berjalan lancar.  19.00 Wib. 01/07/2026.

 Untuk periode 2026-2034, pembentukan panitia pengisian BPD/Badan Permusyawaratan Desa harus dimulai dengan SK Kepala Desa. Tanpa SK yang sah, seluruh tahapan seleksi tidak punya landasan hukum


*1. Dasar Pembentukan*
Panitia dibentuk melalui Musyawarah Desa oleh BPD. Materi musdesnya: tahapan Pil-BPD, tugas pokok & fungsi panitia, dan pembentukan panitianya langsung, 

*2. Struktur & Jumlah Anggota Panitia*
Jumlahnya ganjil dan disesuaikan dengan jumlah anggota BPD yang akan dipilih

**Jumlah Peserta musdes Pembetukan panitia pengisian BPD** ada 58 orang. 
Ke Panitiaan ada 11 orang, 
Di hadiri dari unsur perangkat desa, bendungan dan lembaga kemasyarakatan desa, dan tokoh masyarakat, jumlah ganjil biar mudah voting saat musyawarah desa bendungan, kec. Gondang 

Struktur pimpinan: Ketua + Sekretaris, yang ditetapkan Ketua oleh Arief Rubianto, ST, Wakil ketua Heru kuswanto, sekretaris, Anik utami

*3. Tugas & Tanggung Jawab Panitia*
Acuan Pasal 11 Perda Tulungagjng No. 8 Tahun 2021:
1. *Perencanaan*: Menyusun rencana & biaya kegiatan
2. *Sosialisasi*: Mengumumkan terbuka rencana pengisian BPD, sosialisasi mekanisme ke calon
3. *Aturan Main*: Membuat & menetapkan tata tertib + jadwal proses
4. *Seleksi*: Penjaringan & penyaringan administrasi calon, lalu mengumumkan calon yang lolos
5. *Pelaksanaan*: Memfasilitasi musyawarah pengisian di tingkat wilayah
6. *Pertanggungjawaban*: Laporan ke Kepala Desa Bendungan kec.Gondang

*Tata tertib* harus mengacu UU yang berlaku dan mengatur: syarat calon, wilayah desa bendungan pemilihan, alokasi calon BPD, dan metode pemilihan. Banyak desa pakai sistem pemilihan langsung

Panitia dituntut netral, dalam uji kompetensi yang bebas nepotisme. Tujuannya biar setiap dusun/gabungan dusun punya wakil yang paham aspirasi warga desa Bendungan kec.Gondang Tulungagung

Pemdes Bendungan

Senin, 25 Mei 2026

4 Menu MBG Desa Mojoarum Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung Berjalan Lancar

MBG = Makan Bergizi Gratis* ibu hamil menyusui hingga 5 tahun, oleh program pemerintah Desa Mojoarum Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung Jawa Timur Berjalan lancar , molai  sejak dari tanggal 20 Desember 2025, hingga sampai sekarang, per 26-05-2026,Terpegang kendali Penanggungjawab MBG Desa Mojoarum Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung oleh B. Minati ,yang terdiri dari 4 Posyandu yaitu : 


1. Posyandu Matahari
2. Posyandu kantil
3. Posyandu melati
4. Posyandu Dahlia

MBG ibu hamil kali ini buat ngasih makanan bergizi gratis ke kelompok ibu yang rentan, termasuk ibu hamil yang perlu kita ketahui soal program MBG untuk ibu hamil diantaranya:

*1. Tujuan utamanya*
Cegah stunting dan masalah gizi kayak Kurang Energi Kronis (KEK) + risiko bayi BBLR. Program ini fokus ke 1000 Hari Pertama Kehidupan, jadi dihitungnya udah dari mulai sejak ibu -ibu hamil.

*2. Menu yang dikasih *
Harus lengkap dan seimbang, penuhi 20-35% kebutuhan energi harian. Wajib ada,


- *Karbohidrat*: nasi, ubi, jagung, dan mie
- *Protein*: ayam, ikan, telur, tempe, tahu 
- *Sayur & buah*: bayam, wortel, labu, jeruk, pisang, dll 
- *Lemak sehat*: minyak nabati, santan 
- *Susu* kadang juga dikasih 

Contoh menu yang udah jalan: nasi, telur rebus, sayur labu, buah jeruk, susu kotak

*3. Cara dapetinnya*
Penyaluran buat ibu hamil, menyusui, dan balita biasanya lewat Posyandu pemdes Desa Mojoarum kec. Gondang, Tulungagung , Programnya jalan bertahap dan belum merata di semua daerah, Kita bisa tanya ke Posyandu, Puskesmas, atau kader gizi di kelurahan/desa tempat tinggal kita masing-masing 

*4. Dasar hukumnya*
Masuk dalam Perpres No. 83/2024 tentang Badan Gizi Nasional. Ibu hamil termasuk 1 dari 4 kategori penerima manfaat MBG tersebut.
--
Penerima MBG ada 102 porsi yaitu, mulai ibu menyusui, usia 0 - sampai 12 hingga 24 bulan bayi,
Balita 0 - sampai 60 bulan ,
Pendamping Asi 6 Bulan - sampai 8 bulan (Bubur halus )
9 - 12 bulan ( bubur kasar )

Yang selama ini terkoordinir baik oleh Pemdes Desa Mojoarum Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung dan polres Tulungagung Jawa Timur 

Pemdes, Mojoarum

Senin, 09 Maret 2026

Giat ILP Desa Dono Kecamatan Sendang Tulungagung Jawa Timur

SabdoNews
www.indonesianewss.id

Desa Dono Kecamatan Sendang Kab. Tulungagung telah melaksanakan program pemerintah, oleh bersama Bidan desa Dono kecamtan Sendang Desy Trisnawati,  yaitu giat Posbindu ILP, lntregritas Layanan Primer,  hari Senin, tanggal  09/03/2026 di sasar meliputi mengintegrasikan layanan kesehatan primer di posyandu untuk seluruh kelompok usia, dari mulai bayi usia dini balita , Remaja, hingga lansia

Kegiatan lLP Desa Dono Kecamatan Sendang kab.Tulungagung kali ini diantaranya meliputi :

Mulai PosBindu, 65 orang, 
Posyandu Lansia 60 orang,
Posyandu Balita 70 Balita, 
Usia produktif SMP, SMA 25 Remaja

Tujuan Program tersebut adalah memperkuat layanan kesehatan warga masyarakat lokal dengan menyediakan perawatan terjangkau di satu lokasi, mencakup seluruh siklus hidup untuk meningkatkan efisiensi dan hasil kesehatan masyarakat sekitar desa dono kec. sendang Tulungagung,

Kegiatan lLP kali ini terus mendukung tujuan pemerintahan pusat secara nasional berketahanan pangan, seperti pengurangan stunting melalui pemeriksaan rutin dan ber edukasi, seperti layanan yang ditawarkan Skrining penyakit tidak menular, seperti pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan lingkar perut Konseling kesehatan, suplemen gizi, distribusi vitamin, dan edukasi gaya hidup, Pemantauan pertumbuhan ( misalnya BMI ), perawatan lansia, dan makanan tambahan ( PMT ) bagi peserta

 Program seperti itu jelas sangat bermanfaat untuk terus dilaksanakan menjaga stabilitas gizi di setiap bulan di berbagai di seluruh wilayah Desa Dono Kecamatan Sendang kabupaten Tulungagung jawa timur

Pemdes Dono

Rabu, 15 Oktober 2025

Komite Konferensi Pres Ke-80 Ketua Keempat PBB Berikan Komentar Atas Pidato Wilson Lalengke

www.indonesia-news// 11/10/2025


UN PBB  New York — Komite Keempat Perserikatan Bangsa-Bangsa (Fourth Committee of the United Nations) mengadakan konferensi ke-80 bertempat di Conference Room #4 Markas Besar PBB di New York City, Amerika Serikat, pada tanggal 08-10 Oktober 2025. Dalam sesi konferensi penting di Komite Keempat PBB yang diadakan pada hari pertama, Rabu (08 Oktober 2025), Mr. José Alberto Briz Gutiérrez, Ketua pertemuan ke-80, menyampaikan apresiasi yang tulus kepada Wilson Lalengke, delegasi petisioner dari Indonesia, atas kehadiran dan pidatonya di sesi tersebut yang berdampak dalam membahas pelanggaran hak asasi manusia di kamp-kamp pengungsi Tindouf dan wilayah lainnya.

Wilson Lalengke, seorang jurnalis terkemuka dan pejuang hak asasi manusia Indonesia yang banyak terlibat dalam advokasi untuk kebebasan sipil dan keadilan kemanusiaan, menyampaikan pernyataan yang tegas dan meyakinkan peserta konferensi, terutama para diplomat dan pejabat PBB yang hadir. Dalam pernyataannya di depan sekitar 400 peserta konferensi, Wilson Lalengke meminta perhatian komunitas international atas penderitaan penduduk Sahrawi di kamp pengungsi Tindoef di gurun pasir Sahara di wilayah Aljazair.

Rekomendasinya, yang digambarkan oleh Ketua Konferensi sebagai "menginspirasi," dipuji karena kedalaman dan relevansinya dengan upaya PBB yang sedang berlangsung. “Wawasan yang dibagikan oleh petitioner Wilson Lalengke menjadi masukan penting bagi penyusunan kebijakan kami,” ujar Briz Gutiérrez langsung kepada Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI) itu usai konferensi, Rabu, 08 Oktober 2025 lalu.

Pidato Wilson Lalengke, tambah diplomat dari Guatemala ini, menjadi penambah energy bagi badan dunia itu dalam menetapkan dan mengimplementasikan kebijakan PBB dalam mengatasi masalah pelanggaran HAM. “Suara Anda semakin menguatkan upaya kolektif kita untuk mewujudkan keadilan dan penghormatan atas martabat manusia bagi semua orang yang terdampak konflik dan pengungsian,” tambah Briz Gutierrez.

Ketua Konferensi Ke-80 Komite Keempat PBB itu menekankan bahwa kontribusi dari masyarakat sipil sangat penting untuk membentuk kerangka kerja hak asasi manusia yang responsif dan inklusif dalam sistem PBB. Pernyataan dan rekomendasi para petisioners seperti yang disampaikan Wilson Lalengke di forum PBB diharapkan dapat memberikan masukan bagi pertimbangan dan resolusi di masa mendatang terkait pengawasan dan perlindungan kemanusiaan.

Komite Keempat, yang membahas berbagai isu terkait dekolonisasi dan politik, termasuk upaya penyelesaian konflik dan pemeliharaan perdamaian, terus menjadi wadah bagi beragam perspektif dalam dialog global tentang hak asasi manusia dan pembangunan politik. Secara lengkap, berikut ini dikutipkan isi pidato Wilson Lalengke pada konferensi ke-80 Komite Keempat PBB lalu dalam versi Bahasa Inggris.

_ _ _ _ _
Good afternoon, ladies and gentlemen.

I am Wilson Lalengke, a journalist and human rights activist from Indonesia. It is an honour for me to be in this very noble forum.

I am here to deliver my statement and testimony on the extrajudicial executions in the Tindouf refugee camps by Polisario as a practice contrary to jus cogens and to international human rights law.

These extrajudicial executions are not isolated incident. They are systematic violations carried out against civilians, people stripped of liberty, silenced, and denied due process. The Tindouf camps, located on Algerian soil, house over 170,000 Sahrawi refugees under the control of the Polisario Front. According to United Nations Human Rights Council reports, there have been numerous of extrajudicial execution, arbitrary detentions, and torture in Tindouf camps.

Let us be clear: the right to life is not negotiable. It is protected by the Universal Declaration of Human Rights, the International Covenant on Civil and Political Rights, and by jus cogens norms; those peremptory rules of international law that bind all states and actors without exception. Extrajudicial killings are a direct affront to these norms. They are crimes that cannot be justified by politics nor hidden behind sovereignty.

What’s happening in Tindouf is not just a humanitarian crisis; it is a collapse of legal and ethical order. Civilians are executed without trial, without evidence, without defence. Algerian authorities, by hosting and enabling these acts, share responsibility.

We mulst ask: where is the accountability? Where is the international response? Silence means complicity. International community must demand independent investigations, prosecutions of those responsible, and protection for the vulnerable. Jus cogens norms are not theoretical; they are the foundation of justice.

My message is this: let's come to action now. Please be in our mind that the rule of law must apply everywhere, even in the most remote corners of the desert. The Population of the Tindouf camps deserve justice, dignity, and freedom from fear.

I am Wilson Lalengke from Indonesia. Thank you very much.
_ _ _ _ _

Rekaman video lengkap pidato Wilson Lalengke (menit ke 01:36:08) bersama petisioner lainnya dapat disimak di UN Web TV pada tautan ini: https://webtv.un.org/en/asset/k1f/k1fhhj3nq9

 ( TIM/Red )

Note : 
_Keterangan foto: Wilson Lalengke berfoto bersama Ketua Konferensi Ke-80 Komite Keempat PBB, Mr. José Alberto Briz Gutiérrez, usai konferensi._

Memperingati Hari Santri IPNU - IPPNU Desa Kendalbulur Gelar Jalan Sehat Anti Narkoba 2026

DESA KENDALBULUR –  Memperingati Hari Santri Nasional 2026 diwujudkan melalui kegiatan Jalan Sehat Anti Narkoba yang diselenggar...